Senin, 06 Februari 2012

RELEVANSI PELAKASANAAN UPACARA BENDERA DENGAN MELATIH KEDISIPLINAN SISWA?

RELEVANSI PELAKASANAAN UPACARA BENDERA DENGAN MELATIH KEDISIPLINAN SISWA?

Di setiap sekolah dari mulai tingkat SD, SMP dan SMU sudah hampir pasti setiap hari senin selalu dilaksanakan kegiatan upacara bendera. Untuk sekolah yang memiliki lapangan luas sudah pasti tiap hari senin melaksanakan upacara bendera, tapi untuk sekolah yang tidak memiliki lahan yang luas mungkin upacara bendera bukan kegiatan yang wajib untuk dilaksanakan setiap hari senin. Upacara bendera dilaksanakan dengan maksud untuk melatih siswa agar mempunyai jiwa disiplin yang kuat dan taat akan segala peraturan.

Upacara bendera merupakan kegiatan yang diwariskan oleh bangsa Jepang ketika menjajah Indonesia. Jepang dikenal sebagai Negara yang rakyatnya mempunyai rasa nasioalisme, ketaatan dan disiplin yang sangat tinggi. Setiap pagi bangsa Jepang mengumpulkan tentaranya untuk melaksanakan apel pagi. Hal ini dilakukan agar para tentaranya selalu siap siaga dalam berbagai hal dan keadaan.

Kegiatan ini ternyata membuahkan hasil yang efektif, hal ini terbukti dengan berbagai kemenangan yang di peroleh bangsa jepang terhadap musuh-musuhnya. Berkat kedisiplinan dan kekuatan tentara jepang yang dikenal dengan tentara berani mati, mereka membuktikan bahwa negaranya adalah bangsa yang tangguh dan ditakuti oleh Negara lain. Dengan kekuatannya itulah bangsa Jepang dapat membangun negaranya dari hasil menjajah Negara lain, dengan cara membawa hasil kekayaan alam bumi Negara jajahannya, sampai akhirnya Negara Jepang hancur dan menyerah kalah kepada sekutu setelah dua kotanya yaitu Nagasaki dan Hirosima di bom atom oleh Sekutu.

Dari pengalaman bangsa Jepang ini mestilah kita belajar bahwa kedisiplinan akan melahirkan sesuatu kekuatan yang maha dahsyat, sehingga kita dapat meraih apa yang kita inginkan di masa yang akan datang. Kesadaran akan kedisiplinan inilah yang mestinya di terapkan oleh setiap pendidik di sekolah kepada anak didiknya, agar mereka terbisaa melakukan sesuatu dengan teratur dan penuh dedikasi, sehingga dari apa yang mereka kerjakan akan mendapatkan suatu hasil yang maksimal sebagai bekal untuk kehidupan sekarang dan masa yang akan datang.

Tetapi kejadian yang kontras justru sekarang terjadi di hampir setiap sekolah, ketika pelaksanaan upacara bendera sepertinya sikap kedisiplinan itu sudah tidak tampak. Anak-anak yang berbaris seolah-olah mereka tidak sedang melakukan sesuatu kegiatan yang seharusnya mesti memerlukan persiapan yang baik. Mereka berdiri seenaknya, upacara sambil ngobrol, atau bahkan bercanda dengan teman-temannya yang lain. Hal ini diperparah dengan sikap guru yang apatis, mereka mungkin menganganggap ini hanya kegiatan ceremonial biasa yang manfaatnya juga tidak begitu seberapa.

Kesadaran akan pentingnya kedisiplinan sepertinya sudah tidak ada pada sebagian kita, hal ini ditunjukan dengan sikap-sikap dan kelakukan yang tidak bertanggungjawab dari sebagian kita. Mungkin semestinya kita memikirkan kembali manfaat dari apa yang diwariskan bangsa Jepang pasca penjajahan terhadap Negara kita, walaupun mungkin banyak yang menyakitkannya, namun kita bisa mengambil sedikit hikmah dari apa yang mereka lakukan. Saat ini kita mungkin terlena dengan apa yang sudah kita dapatkan; kemerdekaan, kebebasan dan kesenangan yang kita peroleh membuat kita lupa bahwa dulu nenek moyang kita berjuang dengan gigih dan rela mengorbankan segala apa yang di milikinya dengan penuh semangat dan rasa disiplin yang tinggi. Inilah kekuatan yang maha dahsyat yang mengantarkan Negara kita merdeka dan menjadi seperti sekarang ini. Jadi bisa kita bayangkan masa yang akan datang, akan bagaimana Negara kita ini jika para pengelola dan seluruh penduduknya tidak memiliki tingkat kedisiplinan yang tinggi. Akankah Negara kita kembali dijajah oleh bangsa lain? mungkinkah Negara kita akan hancur kembali? Naudzubillahimindalik, tapi sinyal-sinyal itu sepertinya sudah sangat tampak dihadapan kita walaupun mungkin modelnya berbeda dengan zaman penjajahan terdahulu.

Sikap disiplin yang tertanam pada diri kita akan membuahkan generasi-generasi yang berkualitas, apalagi kalau hal ini ditanamkan sejak dini. Dengan sikap disiplin ini manusia akan memiliki kekuatan untuk menghadapi serumit apapun persoalan yang dihadapinya, hal ini dikarenakan orang yang disiplin sudah terbiasa melakukan berbagai hal dengan penuh pertimbangan, berdedikasi, semangat yang pantang menyerah dan keinginan mendapatkan sesuatu dengan hasil yang terbaik dengan cara semaksimal mungkin. Inilah yang kita dambakan dari generasi muda penerus bangsa, agar Negara kita tumbuh maju menjadi Negara maju, besar dan disegani oleh Negara lain, bukan sebaliknya walaupun Negara kita sudah merdeka, tetapi keaadaanya masih sama seperti ketika belum merdeka dalam tanda kutif.

Menanamkan rasa disiplin ini mungkin juga ada benarnya ketika para pendidik di sekolah melatihkannya kepada para anak didiknya ketika sedang pelaksanaan upacara bendera, menerapkan rasa bertanggungjawab ketika harus menjadi petugas upacara dengan berlatih sebaik mungkin agar tidak terjadi kesalahan pada pelaksanaan upacara, merupakan penanaman sikap yang positif ketika anak didik di kasih sebuah amanah. Para peserta upacara harus berbaris dan berdiri dengan sikap tegak sempurna dan ikut melaksanakan upacara dengan khidmat, menunjukan rasa disiplin dan ketaatan terhadap aturan yang sudah ditetapkan, sehingga ketika sedang bagaimanapun kondisinya mereka akan tetap melaksanakan tugasnya dengan sebaik mungkin.

Seandainya tata upacara bendera yang dilaksanakan setiap hari senin ini dilaksanakan dengan sangat baik, dan tidak hanya dianggap sebagai ceremonial saja, hal ini sudah merupakan pembelajaran yang menanamkan pendidikan berkarakter terhadap siswa didik, sebab karakter akan terlihat dan berkembang dengan pendidikan gerak/praktik langsung yang dilaksanakan oleh peserta didik. Melatih kedisplinan memerlukan proses latihan yang harus dimulai sejak dini, sehingga ketika nanti anak didik tumbuh dewasa, kebisaaan baik ini akan terbawa dan terpatri terus dalam hati setiap anak didik/manusia.

Pendidikan berkarakter yang baru dideklarasikan oleh menteri pendidikan merupakan reaksi dari betapa bangsa ini saat ini memerlukan manusia yang tidak hanya cerdas bidang intelektual, tetapi juga harus cerdas dalam berbagai hal. Sifat kedisplinan akan mengantarkan seseorang menjadi manusia yang paripurna, karena mereka mempunyai kesadaran dan tanggung jawab atas apa yang mereka lakukan, mereka tidak hanya memikirkan diri sendiri dalam melakukan suatu hal, tetapi mereka juga memikirkan akibat yang akan timbul pada orang lain atau lingkungan sekitarnya.

Keadaan bangsa sekarang ini yang penuh dengan berbagai problema mestinya menjadi pelajaran buat kita semua, betapa Negara ini sulit menyelesaikan suatu masalah dengan sangat baik, belum selesai satu masalah dating masalah yang lain, yang terkadang masalah ini tidak ada bedanya dengan masalah yang belum terselesaikan. Korupsi, kejahatan materi atau kemanusiaan, dan bencana-bencana lainnya dating silih berganti seolah mencabik-cabik Negara ini, namun permasalahan ini banyak yang penyelesaiannya tidak tuntas, karena para pemangku kepentingan yang tidak betanggungjawab, dan tidak punya sikap disiplin untuk bersama-sama menyelamatkan bangsa ini.

Menanamkan kebiasaan displin dengan kegiatan yang kecil seperti pelaksanaan upacara bendera yang sudah biasa dikerjakan setiap hari senin di setiap sekolah, kiranya perlu kita telaah lagi, dampak positif dari kegiatan kecil ini yang mengakibatkan hasil yang besar seperti yang di peroleh bangsa Jepang mungkin bias membuka kembali pikiran kita agar penanaman sikap positif dari dampak dilaksanakannya upacara bendera perlu kita kaji dan terapkan kembali dan proses pembelajaran langsung dalam rangka membentuk anak didik yang mempunyai karakter sehingga mereka memiliki bekal tidak hanya kemampuan intelektual, tapi juga kepribadian yang paripurna agar bias melanjutkan perjuangan pendahulunya mengelola dan membesarkan Negara ini dengan tidak hanya memikirkan keuntungan pribadi yang berakibat akan kehancuran Negara untuk selamanya, tetapi mereka juga memikirkan keberlangsungan kehidupan di negara ini untuk jangka waktu yang panjang sampai hancur dunia ini, agar Negara ini tetap besar, jaya dan disegani oleh Negara-negara lain. Semoga harapan ini bias terkabul.!?


Tidak ada komentar: